header-int

Mahasiswi Semester Akhir Universitas Nani Billi Nusantara Menokok Sagu di Klamono

Rabu, 06 Mei 2020, 17:07:25 WIB - 158 View
Share
Mahasiswi Semester Akhir Universitas Nani Billi Nusantara Menokok Sagu di Klamono

SORONG, UNIVERSITAS NANI BILI NUSANTARA - Hadapi pandemi Covid 19, Marry Bokway salah satu Mahasiswi Semester Akhir di Universitas Nani Billi Nusantara (UNBN) Kabupaten Sorong pantang menyerah. Ia meneliti dan memanfaatkan waktu dan tenaga untuk mencari nafkah bukan di supermarket melainkan di hutan yang banyak ditumbuhi pepohonan sagu. Tepatnya di daerah Klamono Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Marry Bokway, tercatat mahasiswi PGSD yang cerdas, kreatif dan inovatif dalam studinya. Ketika dihubungi Redaksi Monitor Papua, Marry Bokway sedang menokok sagu di Kali Klasafet yang deras airnya, jauh dari perkampungan Klamono. Marry menjelaskan wilayah hutan Klamono Kabupaten Sorong masih ditemukan pohon Sagu. Sagu merupakan salah satu makanan pokok penduduk Papua. Namun banyak orang belum mengenal Pohon Sagu atau Pohon Rumbia. “Pada hal, tanaman Rumbia ini hidup di Tanah Papua yang bisa dijadikan sumber makanan adalah nama sejenis palm penghasil tepung sagu. Dalam bahasa Latin disebut Metroxylon. Kata sagu memiliki arti ‘pati’ yang terkandung dalam batang palm sagu,”terang Marry Bokway.

Signal sulit dijangkau maka Marry Bokway membuat tulisan ke Redaksi “Syalom Bapa, saya akan memulai dengan cerita atau kisah perjuangan membuat sagu di hutan Klamono distrik Klasafet. Saat ini saya sedang bekerja di hutan. Sy ditemani keluarga. Hutan sangat sejuk ditumbuhi pepohonan Sagu, masih terdengar kicauan burung. Nah, Sagu adalah tepung atau olahan yang kami kerjakan dari sebuah proses menokok batang pohon sagu di Kali Klasafet. Saya meneliti tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Setelah itu kami membuat tempat penampung air sagu yang disebut goti. Lalu kami bekerja menokok pohon sagu yang sudah tumbang untuk memperoleh sagu yang halus dengan sebuah kayu halus disebut Nani.

“Sagu yang sudah ditokok dilanjutkan dengan proses meramas menggunakan air bersih agar mendapatkan santan sagunya. Kami endapkan beberapa jam untuk mendapatkan tepungnya. Alhasil, sangat memuaskan, tepung sagu siap dibawa pulang ke rumah untuk dimasak atau dipasarkan,”terang Marry Bokway Mahasiswi UNBN

Mendengar kata “papeda”, kata Mahasiswi semester akhir itu, pasti tak asing lagi di telinga kita, apalagi bagi pecinta kuliner Nusantara. Papeda adalah makanan khas dan kebanggaan kami dari tanah Papua. Uniknya, kata Marry Bokway di Distrik Klamono masih ada banyak pohon sagu. Tekstur pohon ini unik karena tumbuh di rawa-rawa. Dan makanan ini sangat unik karena seperti lem. Pencinta kuliner yang belum tahu, ternyata papeda terbuat dari olahan ‘pati’ pada batang tumbuhan sagu. Makanan ini tidak asing lagi bagi orang Papua atau pendatang yang hidup di Papua karena Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Papua yang memiliki nilai gizi sangat baik.

 

source : monitorpapua.com 

UNBN Universitas Nani Bili Nusantara merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Papua Barat. Universitas Nani Bili Nusantara berfokus pada Sains dan teknologi dengan penguasan bidang terapan dan pendidikan
© 2020 Universitas Nani Bili Nusantara Follow Universitas Nani Bili Nusantara : Facebook Twitter Linked Youtube